Harapan Ngeblog Sang Pemula, Apa Kamu Juga Sama? – Ketika menuliskan judul ini, saya teringat dengan satu pertanyaan legend yang mungkin hampir semua blogger pernah mendengarnya, “Apakah ngeblog bisa menghasilkan uang?” secara pribadi tentu jawabannya adalah iya, karena sejak 2014 lalu saya sudah menjalaninya langsung dan merasakan proses itu hingga sekarang. Ya, butuh waktu memang, karena kita berhadapan dengan proses, bukan harapan yang kita ingin mendapat hasilnya saat itu juga. Begitu pun yang saya jelaskan pada setiap pertanyaan senada.

Optimasi Blog Bersama 4 SEO Pontianak

Optimasi Blog Bersama 4 SEO Pontianak

Seorang blogger senior pernah berkata, “uang hanya bonus”. Iya, tapi hati kecil ini tidak bisa berbohong kalau saat itu ada harapan ingin lebih, lagi dan lagi. Sampai kemudian tersadar kalau diri ini sepertinya sudah agak salah jalur, apalagi ketika banyak orang lain yang memperhatikan kemudian melontarkan pertanyaan seperti di awal tadi.

Seketika teringat dengan proses yang sudah dilalui selama kurang lebih 5 tahun mendalami blog. Ada semacam rasa bersalah jika harus membenarkan pendapat mereka yang baru mengenal blog, bahwa kalau hari ini kita ngeblog karena melihat si A sukses, besok juga bisa mendapatkan yang sama. Instan, padahal mi instan saja harus dimasak dulu, minimal diseduh dengan air panas untuk bisa dimakan.

Ada beberapa orang yang saya berikan akses bertanya seputar blog secara pribadi, melaui Facebook Messenger, WhatsApp, atau ketemu langsung di tempat tertentu. Selain berbagi apa yang saya ketahui tentang blog, ada rasa penasaran, ingin mengetahui apa motivasi mereka mulai menulis di blog.

Jawabannya pun beragam. Ada yang karena iseng, penasaran ingin mencoba dengan harapan akan keterusan, ingin seperti si A yang selalu dapat tawaran job di blognya, dan yang paling sering adalah supaya bisa dapat uang.

Baca juga:  Dapat Hadiah Ulang Tahun dari Jagoan Hosting Indonesia

Beberapa minggu lalu saya diberikan kesempatan untuk me-review sebuah smartphone keluaran terbaru dan powerbank dari brand A. Kedua barang tersebut dipinjamkan oleh seseorang yang diundang secara langsung oleh sang brand dan diberikan waktu untuk bersama produk tersebut selama beberapa hari sebelum nantinya dipulangkan lagi. Karena cukup intens share foto-fotonya di Facebook, ada yang chat dan cerita kalau dia ingin diajari ngeblog. Seperti biasa, ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab supaya saya tahu apa motivasi dia ngeblog dan akan berakhir seperti apa nantinya.

Benar saja, setelah ngobrol cukup lama dan memberikan pengertian padanya yang semalam sebelumnya jadi rajin nonton tutorial blog di Youtube, sampai sekarang tidak ada kabar apakah dia masih lanjut ngeblog, atau harapannya sudah hilang karena ternyata untuk bisa seperti si A itu cukup ribet, dan tidak bisa didapat seketika itu juga setelah memberikan pertanyaan.

Kita semua berproses, bahkan waktu awal-awal ngeblog saya juga sering browsing tentang cara menghias blog dengan animasi-animasi yang kemudian ditinggalkan, mencari cara bagaimana orang lain bisa mendapatkan uang dari blog yang mereka kelola. Tapi kemudian saya mendapatkan sesuatu yang akhirnya membuat mampu bertahan hingga sekarang. Kebebasan untuk bercerita, berbagi informasi kepada orang lain tanpa mereka melihat saya secara fisik.

Saat orang lain mengenal kita sebagai apa yang kita tampakkan kepada mereka, semua akan mengikuti sesuai kebutuhan dan kepentingannya masing-masing. Saya pribadi membranding diri sebagai orang yang suka dengan teknologi, hobi menulis dan senang berbagi informasi. Saat itu berhasil, mereka tidak melihat saya sebagai seorang yang memiliki kekurangan secara fisik, melainkan ada sesuatu kelebihan yang dapat mereka manfaatkan secara positif. Uang dan barang pun tak jarang diberikan sebagai ucapan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan untuk mereka.

Baca juga:  Menuju Event Nasional Jambore TIK 2017

Lalu, apa alasan kamu ngeblog? Apa kamu juga sama?

Categories: Author

Bahrul Ilmi

Seorang Content Writer (CW) Pontianak yang masih dalam tahap menimba ilmu. Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

1 Comment

Dwi Wahyudi · May 9, 2018 at 5:00 am

Kalau saya harapannya apa ya??? 😉

Berikan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.