Ini yang Saya Dapat Selama Menulis di Blog – Menulis blog atau yang lebih sering disebut ngeblog adalah aktivitas saya selama beberapa tahun terakhir. Banyak orang yang bertanya ke saya tentang blog, salah satunya soal bagaimana sebuah blog bisa menghasilkan uang dan menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Orang lain mungkin akan menjawabnya dengan kata mudah, tapi saya lebih memilih untuk mengatakan bahwa untuk bisa ke tahap ‘menghasilkan’ itu ada proses panjang yang mesti dilalui, seperti yang ditulis oleh mbak Carolina Ratri dalam blognya.

penghasilan dari blogTeman-teman yang sudah lama mengenal dan mengikuti saya pastinya tahu bagaimana saya memulai pekerjaan menulis ini sejak awal 2012. Baru kemudian aktif ngeblog pada tahun 2013 sebagai blogger tekno dan kemudian menikmati semuanya sampai sekarang.

Bertahun-tahun menghabiskan waktu di dunia online bersama blog, menulis dan berbagi banyak informasi kepada orang lain, lalu timbul pertanyaan, “selama ngeblog dapat apa sih?” seperti yang ditanyakan oleh mbak Carra kepada saya saat mengomentari caption di status facebooknya yang sudah 10 tahun menulis blog, sementara saya mungkin baru sekitar 5 tahunan ada di industri kreatif yang satu ini.

Selama Ngeblog Dapat Apa?

Walau belum sekeren para blogger dan mastah blogger yang ada di luaran sana, setidaknya aktivitas blogging ini sudah memberikan cukup banyak hal dan pengalaman untuk saya. Utamanya menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil dan berbagi dibalik kertabatasan fisik yang dimiliki. Beberapa hal berikut ini adalah yang saya dapati selama menulis blog.

Membangun Image sebagai “Ngerti IT”

Terlalu sombong kalau saya mengaku sebagai orang yang jago apalagi ahli IT, karena kuliah saya pun hanya sebagian kecil dari IT, yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Cukuplah sebagai yang ngerti IT saja dan bisa membantu orang lain yang mengalami masalah pada laptop dan handphone yang mereka miliki. Ngerti sedikit-sedikit soal IT menjadi latar belakang saya kenapa dulu memilih niche teknologi di awal ngeblog.

Aktif menulis seputar teknologi di blog dan membagikannya ke social media membuat saya dikenal dengan sosok yang setidaknya bisa menjawab satu atau dua pertanyaan teman-teman yang mengalami kendala dengan perangkat elektroniknya. Bahkan dari situ saya mendapat pekerjaan sebagai tukang instal ulang komputer dan handphone sejak SMA dan berlanjut hingga kuliah.

Jadi Penulis Konten

Selain dapat pekerjaan sebagai tukang “bawa batu” (karena teman saya suka heran setiap kali mereka membantu membawakan tas saya, pasti selalu terasa berat. Saat mereka bertanya isinya apa, saya jawab isinya batu), aktif menulis blog bertema teknologi kemudian juga mengantarkan saya menjadi seorang penulis konten atau dalam bahasa kerennya content writer.

Penulis blog honeylizious adalah yang bertanggungjawab untuk ini. Orang yang meyakinkan saya kalau saya ternyata bisa menulis puluhan artikel dalam waktu tertentu. Bisa dibilang itu pertama kalinya saya mendapatkan uang dari blog, hanya saja bukan blog pribadi, tapi milik orang lain yang saya buatkan kontennya. Bahkan itu pertama kalinya saya datang ke bank untuk membuka rekening.

Menggeluti Portal Berita

Saat orang-orang belum terlalu tercemar dengan berita bohong (hoax) dan fitnah seperti sekarang, saya sudah lebih dulu mengintip dibalik layar produksi pembuatannya. Tulisan yang tadinya hanya seputar gadget dan sosial media, perlahan berubah menjadi bahasan politik dan berbagai jenis berita viral lainnya karena request dari orang-orang tertentu. Itu kenapa saya lebih memilih untuk jadi penonton disaat netizen beradu caption dan narasi berjilid-jilid di sosial media.

Jasa Pembuatan Website

Di beberapa kesempatan saya tidak hanya menulis konten dan lalu mengirimnya melalui email. Terkadang ada juga yang harus langsung diposting, dan saya diberikan akses untuk masuk ke website. Saya yang waktu itu masih akrab dengan blogspot memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar menggunakan wordpress. Sesekali juga bertanya kepada pemilik web tentang bagaimana mereka membangun website.

Untungnya banyak owner website yang mau berbagi, karena rata-rata mereka adalah orang-orang yang sudah lebih dulu mengenal saya melalui media sosial. Jadi tidak begitu sulit untuk mendapatkan kepercayaan sehingga bisa mengetahui langkah-langkah mereka dalam membangun dan mengurusi sebuah media berita online. Sampai akhirnya saya bisa membuat sendiri dan menjadikannya sebagai usaha.

Mendalami SEO

Ini adalah aktivitas yang baru beberapa bulan saya tekuni. Bermula dari sebuah kopdar membahas webmaster dan optimasi website, saya kemudian bergabung dalam sebuah kelompok kecil bernama 4 SEO Pontianak, sebuah tim yang dibina untuk bisa memberikan pelayanan di bidang SEO, khususnya untuk pengguna lokal di Kalimantan Barat.

Jadi, setelah ini kalau masih ada yang bertanya ngeblog itu dapat uangnya dari mana atau ngeblog itu dapat uang atau tidak, jawabannya iya, bisa. Dapat uangnya dari beberapa pekerjaan yang saya sebutkan di atas. Menghasilkan dari blog itu tidak mesti kamu dapat berapa banyak uang dari iklan (adsense) di blogmu, berapa banyak placement content yang bisa didapat setiap bulan, berapa banyak job review yang bisa dikerjakan dan lain-lain.

Mungkin beberapa blog saya saat ini visitornya deindex, iklannya tidak menghasilkan, placement content sepi, dan job review tidak ada, tapi itu bukan masalah besar. Karena pendapatan utama saya bukan dari blog-blog itu, tapi dari pekerjaan lain yang saya dapat dari membangun blog tersebut. Masalah kalau misalnya saya tidak bisa bayar hosting dan domain yang berakibat disuspend.

Begitulah sedikit cerita tentang apa yang sudah saya dapatkan selama ngeblog. Jangan pernah berfikir semua itu saya dapatkan dalam satu malam. Semua bertahap dari satu tahun ke tahun-tahun berikutnya.

Mungkin banyak yang akan bertanya, bagaimana dengan blogger lain yang langsung sukses saat pertama ngeblog? Coba temui mereka, dan tanyakan berapa lama waktu yang mereka siapkan untuk belajar dan sudah berapa banyak uang serta tenaga yang direlakan untuk itu semua.

Kawan, mi instan yang biasa kita makan, butuh setidaknya 3 menit untuk bisa dimakan, menurut proses yang tertera di petunjuk penyajian pada kemasannya. Lalu kenapa kita tidak mau berproses?

Baca juga:  Harapan Ngeblog Sang Pemula, Apa Kamu Juga Sama?
Categories: Author

Bahrul Ilmi

Seorang Content Writer (CW) Pontianak yang masih dalam tahap menimba ilmu. Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.

Berikan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.