Keseruan di Jambrore TIK 2017 Regional Balikpapan

Keseruan di Jambrore TIK 2017 Regional Balikpapan – Pertemuan di Jogja bersama teman-teman difabel beberapa bulan lalu ternyata masih terus berlanjut. Dari mereka, berbagai informasi seputar kegiatan bagi penyadang disabilitas saya dapatkan, salah satunya event Jambore TIK Remaja & Dewasa dengan Disabilitas 2017. Acara tersebut merupakan program dari Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kemenkominfo bersama Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi Informatika (BP3TI). Kegiatan ini berlangsung di beberapa kota di Indonesia, saya sendiri kebgian untuk mengikuti pelatihan tersebut di Balikpapan, regional seluruh peserta yang berasal dari Kalimantan.

Pembukaan Jambore TIK 2017 Balikpapan

Pembukaan Jambore TIK 2017 Balikpapan, Doc. Pribadi

Di Balikpapan sendiri kegiatan Jambore Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2017 ini berlangsung sejak 24 Oktober hingga 27 Oktober 2017, bertempat di Le Grandeur Hotel Balikpapan. Sekitar 96 peserta dari Kalimantan mengikuti kegiatan yang terbagi dalam beberapa kategori disabilitas tersebut, seperti tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, tuna grahita, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua peserta terbagi lagi ke dalam kategori dewasa dan remaja. Saya sendiri masuk dalam kategori dewasa.

Pengalaman di Hari Pertama

Kegiatan selama di Balikpapan terbilang sangat padat, ketika sampai di lokasi kegiatan, para peserta diminta untuk melakukan registrasi ulang terlebih dahulu. Setelah mendapat kamar serta peralatan selama kegiatan, peserta dipersilahkan untuk makan siang. Setelah makan siang selesai, peserta Jambore TIK 2017 Balikpapan diarahkan untuk ke ruang kelas masing-masing guna mengikuti materi pelatihan yang sudah disiapkan.

Saya juga sempat berfikir kalau tidak bisa fokus selama di kelas, karena bisa dibilang, tidak ada istirahat di hari pertama saat pertama kali sampai di Balikpapan. Tapi ternyata, setelah mengikuti kelas selama beberapa jam, saya malah merasa sebaliknya. Capek yang semula melanda, terasa hilang begitu saja, waktu pun terasa cepat sekali berlalu. Mungkin karena suasana kelas yang nyaman dan pemateri yang ramah disabilitas. Para instruktur dan pendamping pun sangat mendukung kenyamanan selama mengikuti kegiatan tersebut.

Foto bersama salah satu Instruktur, Do. Pribadi

Foto bersama salah satu Instruktur, Do. Pribadi

Ngomong-ngomong soal pendamping, dari sekian peserta, hanya saya dan seorang teman lagi yang tidak mendapatkan fasilitas ini. Selain karena para peserta kebanyakan merupakan pelajar dan sudah disediakan pendamping oleh panitia, kami memang tidak membawa atau menyarankan pendamping saat ditanya oleh penyelenggara. Kami mandiri selama berada di Balikpapan. Kebetulan saya bertemu dengan mas Rahmat Hidayat, salah satu peserta dari Beurau yang juga teman waktu pelatihan difabel di Jogja. Meski begitu, saya mendapat bantuan dari pedaming peserta asal Kalimantan Barat.

Pelatihan Panjang yang Menyenangkan Dimulai

Main di kolam renang dulu., Doc. Pribadi

Main di kolam renang dulu., Doc. Pribadi

Hari pertama kami lewati dengan pengenalan bersama para instruktur (bagi penyandang disabilitas daksa) dan materi tentang bagaimana menggunakan Powerpoint untuk membuat sebuah presentasi yang menarik. Pelatihan hari itu berakhir sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Pelatihan TIK bagi penyandang disabilitas itu pun berlanjut di hari kedua. Di mana para peserta diberikan pelatihan tentang bagaimana mendesain poter menggunakan Adobe Photoshop. Peserta diberikan pilihan tema untuk memudahkan pembuatan desain yang mereka kerjakan. Kemudian pada sesi kedua, kami diajarkan membuat akun Gmail dan blog. Ini juga sekaligus merupakan pelatihan di bidang internet yang merupakan bagian dari lomba nantinya. Lanjut sesi ketiga setelah makan malam atau sekitar 18.30 waktu setempat. Kali ini materinya adalah tentang Public Speaking.

Pak Rafiq, instruktur yang memberikan kami materi Public Speaking malam itu ternyata seorang dosen Komunikasi di UIN Jakarta. Saya dan beberapa peserta lain di kelas tersebut mendapat giliran untuk praktek berbicara di depan peserta dan para instruktur. Kemudian dilanjutkan dengan membuat desain cerpen interaktif menggunakan Powerpoint. Kegiatan hari itu pun berakhir pada pukul 21.30.

Kompetisi Dimulai Hari Ini

Hari ketiga Jambore TIK Dewasa & Remaja bagi Disabilitas tak kalah padat dan seru dengan dua hari sebelumnya. Setelah dirasa cukup dengan semua materi pelatihan yang diberikan, kini saatnya saya dan puluhan teman lainnya berkompetisi. Saling menuangkan ide berdasarkan tugas yang sudah diberikan, dan disesuaikan dengan apa yang telah kami pelajari dari pagi hingga malam selama dua hari itu.

Para peserta pagi itu dikumpulkan di kelasnya masing-masing. Peserta Disabilitas fisik (daksa) memulai kompetisi mereka dengan desain menggunakan Adobe Photoshop. Tugasnya membuat desain sampul majalah sesuai dengan tema yang sudah disiapkan, yaitu teknologi, wisata, kuliner dan budaya. Setelah desain selesai, peserta diminta untuk menjelaskan tentang desain yang mereka buat, ini juga sekaligus memulai kompetisi Public Speaking.

Kelompk 20 fokus nge-desain sampul, Doc. Pribadi

Kelompok 20 fokus nge-desain sampul, Doc. Pribadi

Siangnya setelah makan siang, kompetisi sesi kedua dimulai, kali ini kami digabung dalam sebuah kelompk yang terdiri dari beberapa orang dengan disabilitas yang beragam. Komunikasi menjadi hal utama yang menjadi kendala, sebab kita harus pandai-pandai berkomunikasi dengan teman satu kelompok, terutama mereka yang tergolong tuna rungu dan tuna netra. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas yang berbeda-beda. Lomba berakhir sekitar pukul 16.00.

Malam Penutupan – Pengumuman Pemenang Lomba

Ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh para peserta Jambore TIK 2017 Regional Balikpapan, penutupan kegiatan sekaligus pengumuman pemang lomba. Sekitar pukul 19.00 lebih sedikit, para peserta tampak sudah memenuhi ballroom hotel. Acara baru dimulai sekitar pukul 20.30 karena sebelumnya para peserta dipersilahkan untuk makan malam bersama terlebih dahulu. Setelah serangkaian pembukaan dilakukan, tiba saatnya untuk mengumumkan para pemenang lomba.

Para peserta regional kalimantan, Doc. Kominfo

Para peserta regional kalimantan, Doc. Kominfo

Bisa dibilang hampir semua peserta malam itu mendapat kesempatan naik ke atas panggung, menerima kemenangan dari hasil perjuangan mereka selama pelatihan hingga kompetisi berlangsung. Bahkan ada beberapa peserta yang mendapat lebih dari satu kali kesempatan juara. Tidak menang di kategori individu bukan masalah, karena panitia memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhasil memenangkan lomba.

Menuju ke Event Nasional

Kompetisi belum usai. Meski kegiatan di Balikpapan sudah selesai, para pememang Jambore TIK 2017 di Balikpapan akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti serangkaian kegiatan nasioonal. Suasana kompetisi tentu akan sangat terasa, sebab mereka adalah orang-orang yang sudah terseleksi dan terbukti kemampuannya di bidang masing-masing lomba. Para pemenang dari seluruh regional dijadwalkan akan bertemu di Jakarta pada pertengahan November mendatang. Nantikan cerita seru selanjutnya.

2 Comments

  1. lidha Oktober 30, 2017
    • Bahrul Ilmi Oktober 30, 2017

Berikan Tanggapan