Ketika Blogger Techno Jadi Food Blogger

BAHRULILMI.COM – Ada banyak hal yang saya lalui selama menjadi blogger dan bergabung bersama Komunitas Blogger Pontianak. Hari ini, tepatnya Kamis, 6 Oktober 2016, merupakan kali kedua saya diundang untuk mencicipi menu baru yang disediakan oleh salah satu cafe di Pontianak. Ada sesuatu yang lain kali ini. Saya merasa sedang mendapat ilmu baru sekaligus pengalaman baru dari seseorang yang memang sudah sangat berpengalaman di bidang ini. Malam ini saya menjadi seorang Food Blogger.

Ketika Blogger Techno Jadi Fooad Blogger

Seperti yang teman-teman ketahui, saya adalah seorang penulis blog yang fokus di bidang techno. Namun kali ini saya dituntun untuk merasakan bidang lain dalam dunia blogging, yaitu food blogger. Sebuah konsen dalam dunia blogging yang mebahas tentang segala hal yang berkaitan dengan makanan, misalnya review tentang makanan tertentu atau tempat-tempat yang menyediakan menu makanan yang menggugah selera.

Seperti yang saya katakana di awal, ini adalah kali kedua saya diundang oleh sebuah cafe untuk memperkenalkan menu baru mereka. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, di kesempatan ini saya tidak hanya datang, mencicipi dan mendokumentasikan apa-apa saja yang disediakan, tapi juga diajarkan untuk menjadi food blogger dalam waktu singkat. Saya dipandu langsung oleh mas Eko Doni atau yang akrab disapa om Dodon oleh teman-teman Blogger Pontianak. Ia adalah salah satu food blogger yang sudah sangat berpengalaman di Pontianak.

“Mau belajar jadi food blogger nggak?”

Itu kalimat yang dilontarkannya kepada saya yang saat itu sedang berada di sampingya. Dengan santai dan percaya diri saya pun mengiyakannya. Jadilah saya seorang food blogger dadakan yang sangat awam sekali dengan masakan. Bagi saya makanan apa saja yang masuk ke mulut dan terasa enak di lidah plus tidak membuat saya sakit perut itu sudah enak. Tapi dengan senyumnya yang ramah om Dodon mengubah anggapan saya itu dan memberitahu saya tentang beberapa hal yang harus diperhatikan jika kita menjadi seorang food blogger. Mungkin ini akan saya tulis secara terpisah.

Saya yang kesehariannya hanya bergelut dengan gadget dan internet tentu saja hanya menjadi “murid” yang baik dari setiap apa yang dilakukan dan dikatakan oleh om Doni. Beruntung saya diberikan kesempatan untuk mempraktekkan semua yang dijelaskan olehnya, sebab saya lebih cepat mengerti jika sebuah teori atau penjelasan dibarengi dengan praktek. Namanya juga pemula tingkat dasar, melakukan kesalahan saat pertama mencoba adalah hal biasa, namun kita juga harus mengetahui cara yang benar untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Tidak hanya dijelaskan tentang hal dasar mengenai food blogger, om Doni juga mengajarkan saya dan beberapa teman lainnya cara mengambil gambar yang tepat sehingga foto tersebut dapat memberikan daya tarik orang yang melihatnya. Karena saya membawa kamera, saya langsung melakukan beberapa contoh shot yang dijelaskan om Doni. Senang rasanya ketika beberapa foto yang saya ambil dinilai bagus olehnya. Sepertinya satu jam saja belum cukup untuk menerima pengetahuan baru seputar food blogger dari ahlinya. Saya masih perlu banyak belajar lagi tentang yang satu ini.

“Karena kita food blogger, jadi kita harus makan.”

Nantikan tulisan selanjutnya…

4 Comments

    • Bahrul Ilmi Oktober 16, 2016
  1. Freddy Hernawan Oktober 20, 2016

Berikan Tanggapan