Pegawai Bank: Ini Pasti Daftar Ulang Pake Biaya Sendiri

daftar ulang kuliah

Daftar Ulang Kuliah via www.lampost.co

Ada pengalaman seru ketika saya melakukan pembayaran daftar ulang di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Alur daftar ulang di kampus tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lebih baik menurut saya. Fakultas saya, Fakultas Ushuluddin Adan dan Dakwah (FUAD), membuka pelayanan daftar ulang lebih dulu dibandingkan fakultas lain yang ada di kampus, sekaligus tutup lebih awal dari yang lainnya. Tapi itu bukan masalah bagi saya.

Kejadian yang saya alami ini bermula ketika saya akan membayarkan sejumlah uang yang telah ditentukan ke bank yang berada di lingkungan IAIN Pontianak. Ketika memasuki bank tersebut, saya mendapati suasana persis seperti yang diceriatakan oleh teman-teman saya yang sudah lebih dulu melakukan daftar ulang. Ruangan terlihat tak begitu ramai, nyaman, berbeda dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya di mana mahasiswa harus antri cukup lama dan berdesak-desakan di dalam bank.

Kondisi yang sangat menyenangkan itu membuat proses pembayaran berjalan cepat. Dibalik meja pelayanan terlihat seorang pegawai bank yang wajahnya sudah tidak asing lagi bagi saya. seorang pria yang selalu melayani setiap mahasiswa yang datang dengan senyuman, tapi saya saya tak tahu siapa namanya. Mungkin teman-teman ada yang tahu siapa namanya? Silahkan tinggalkan jawaban di kolom komentar.

Tak perlu menunggu lama sampai giliran saya untuk melakukan pembayaran, karena seperti yang sudah digambarkan, kondisi di bank tersebut sedang sepi. Sambil masih bercanda dengan dua orang mahasiswi yang ada di dekat saya, pegawai bank tadi memeriksa slip setoran yang saya berikan. Saya masih ingat kata-kata yang diucapkannya.

“Kalau yang ini pasti daftar ulang pake uang sendiri,” ucapnya kepada dua orang mahasiswi tadi sambil tersenyum. Kedua mahasiswi itupun membalas dengan tertawa.

“Iya kan, kalian yang bayar kan orangtua, kalau dia ini udah pasti uang sendiri,” sambungnya sambil kembali bercanda dengan dua mahasiswi tadi, kali ini saya juga ikut tersenyum mendengarnya.

Ketika dua mahasiswi tadi keluar dari bank, saya jadi teringat dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pegawai bank. Saya pun mencoba untuk ngobrol sedikit dengannya sambil menunggu slip setoran selesai diperiksa.

“Lama dah tak ketemu abang ni,” ucap saya membuka pembicaraan.

“Ah, kamu jak yang ndak pernah lihat saya. saya biasa kok lihat kamu di sini,” jelasnya sambil mengecek kembali slip setoran saya yang ada di tangannya.

Saya hanya tersenyum mendengar jawabannya. Sesaat kemudian gilirannya yang mengajukan pertanyaan.

“Kerja apa sekarang?” tanyanya yang kemudian membuat saya terheran-heran. “Kok ni abang bisa nanya gitu ya?” ucap saya dalam hati.

“Nulis bang, online,” jawab saya.

“Oh, biasa nulis di mana? Ada contoh tulisannya ndak? Saya mau lihat,” deretan pertanyaannya itu cukup membuat saya bingung dan kewalahan untuk menunjukkan salah satu tulisan yang pernah saya buat, karena semuanya tersimpan di blog, dan perlu mengakses internet untuk bisa membukanya.

Tak lama kemudian ia mengambil smartphone-nya di atas meja yang terletak tak jauh darinya. Ia meminta saya untuk membuka browser dan menuliskan alamat blog yang saya maksud. Saya pun menuliskan salah satu alamat blog yang saya gunakan untuk berbagi informasi, khususnya tentang teknologi, gadget dan sosial media. Sambil menunggu laman blog terbuka sempurna, saya mengembalikan handphone tersebut.

“Ni bang, udah. Siap dilihat,” ucap saya sambil tersenyum mengembalikan handphoen milikinya dan mengambil slip setoran yang sudah selesai diperiksa olehnya.

“Oke, silahkan ke akademik. Antarkan slipnya,” ujarnya sebelum kemudian sibuk melihat halaman blog saya yang kini sudah terbuka sempurna di perangkat yang saat itu ada di tangnnya.

Ya, begitulah cerita saya memasuki semester 6 yang tak lama lagi akan saya jalani. Sejumlah mata kuliah sudah menanti seperti biasa. Memang daftar ulang kali ini berbeda dengan semester-semester sebelumnya. Uang yang saya bayarkan murni dari hasil saya bekerja sebagai seorang Content Writer. Sedangkan sebelumnya uang yang saya gunakan dibantu dengan beasiswa dan bantuan dari keluarga.

Berikan Tanggapan