Penyebab Kegagalan Pemilik Website di Tahun Pertama

Penyebab Kegagalan Pemilik Website di Tahun Pertama

Penyebab Kegagalan Pemilik Website di Tahun Pertama – Dulu saya sering berfikir kalau pekerjaan sebagai content writer adalah satu-satunya aktivitas yang akan selalu dilakukan dalam waktu beberapa tahun ke depan, namun ternyata dengan berjalannya waktu, memiliki kemampuan menulis konten saja tidak cukup, ada banyak keahlian lain yang juga harus dimiliki dan dikuasai. Salah satunya adalah kemampuan membuat website. Apalagi saat ini banyak orang yang berlomba-lomba memiliki sebuah web untuk mempromosikan produk atau jasa yang mereka tawarkan.

Kesalahan Pemilik WebsiteMeski belum memiliki jam terbang yang cukup tinggi untuk masalah pembuatan website, namun dari pengalaman selama ini, saya menemukan ada beberapa penyebab kegagalan seorang pemilik website di tahun pertama mereka mengelola hosting dan domain yang dimiliki. Rata-rata memang dialami oleh pengguna yang terbilang masih awam dalam hal mengelola web, sehingga mereka mengalami kesulitan dan akhirnya aset digital tersebut terbengkalai begitu saja.

Sebenarnya membangun sebuah website yang bisa memberikan hasil sesuai keinginan itu perlu waktu dan proses. Karena mendatangkan pengunjung yang banyak dan penjualan dalam jumlah besar itu tidak bisa dilakukan saat itu juga ketika website sudah bisa digunakan sebagaimana mestinya. Jika dijabarkan mungkin akan membingungkan si pemilik website itu sendiri, makanya sebagian besar orang memilih untuk menjelaskan secara sederhana agar mudah dipahami.

Walau begitu, tidak sedikit orang yang berkeinginan dengan modal yang sudah dikeluarkan untuk pembuatan media digital tersebut dapat langsung menghasilkan, minimal pada setahun pertama agar bisa mengembalikan modal dan juga sebagai pertimbangan untuk lanjut atau cukup saja di tahun pertama.

Berikut adalah beberapa penyebab kegagalan pemilik website di tahun pertama yang sering saya temukan. Ayo kita lihat satu persatu.

Anggapan yang Keliru

Banyak orang yang memilih untuk membuat web karena melihat orang lain meraih sukses besar dengan cara tersebut. Sehingga beranggapan kalau mereka melakukan cara yang sama, akan mendapatkan hasil seperti orang tersebut. Padahal belum tentu semudah itu.

Kita mungkin tidak tahu berapa biaya yang sudah mereka habiskan untuk membeli domain dan hosting (bahkan mungkin masih banyak yang bingung dengan dua istilah tersebut), berapa banyak konten yang mereka siapkan (mungkin saja mereka menggunakan jasa penulis konten dengan biaya yang tidak sedikit), dan masih banyak yang lainnya.

Sementara kita hanya bermodal domain, hosting, dan satu halaman berisi “Hello World” bermimpi untuk bisa mendapatkan pengunjung yang ramai dan penjualan yang banyak di saat web tersebut baru saja selesai dibuat. Setidaknya kita perlu mengisinya dengan berbagai konten (tulisan, foto, video, grafis, dan semacamnya) yang sesuai dengan tujuan kita membuat web itu.

“Saya Tidak Tahu, Kamu Urus Saja”

Ini tidak salah sebenarnya, hanya saja kita perlu hati-hati menggunakan kalimat tersebut. Apalagi penyedia jasa pembuatan website itu tidak hanya melayani permintaan dari kita saja, sehingga mereka tidak bisa sepenuhnya berfokus pada pesanan kita dalam waktu yang cukup lama. Karena jika website sudah dibuat dan siap digunakan, itu artinya request sudah terpenuhi, kita hanya perlu menunggu setahun lagi untuk melakukan perpanjangan domain dan hosting atau jika ada kendala pada website.

Kalau boleh saran, jangan ajukan kalimat ini pada sembarang orang, karena dari pengalaman saya banyak pemilik web yang kemudian mengalami hal yang kurang mengenakkan, seperti akses login yang tidak diberikan, kapasitas hosting yang pas-pasan, dan beberapa kendala lainnya yang mungkin saja dapat menyulitkan orang selanjutnya yang akan membantu mengurusi website tersebut.

Sebisa mungkin gunakan jasa pembuatan website yang memang sudah berpengalaman dan digunakan oleh banyak orang, jika terpaksa menggunakan jasa dari orang lain, sebaiknya yang benar-benar sudah dikenal saja.

Kurang Bisa Mengelola Website

Hampir mirip dengan bahasan sebelumnya, tidak sedikit pemilik website yang mengaku kurang begitu menguasai website yang mereka miliki. Bahkan tidak jarang mengalami kebingungan ketika sudah berada di halaman dashboard. Pemilik website setidaknya bisa mengoperasikan beberapa menu yang tersedia di laman tersebut, seperti membuat tulisan, memasukkan gambar, dan kemudian mempostingya agar muncul di halaman utama.

Namun tidak perlu khawatir karena masalah tersebut bisa diatasi dengan cara mencari solusinya melalui mesin pencari semisal Google. Jika itu tidak membantu, kamu bisa memilih untuk menggunakan jasa penyedia konten untuk mengurusi hal tersebut. Jadi kamu sebagai pemilik utama hanya perlu menyampaikan konten apa saja yang kamu perlu untuk mengisi laman itu.

Kurang Modal

Membangun sebuah website selain perlu waktu dan tenaga, juga memerlukan modal, minimal untuk membeli domain dan hosting yang sesuai. Namun tidak jarang ditemukan orang-orang yang hanya menyediakan modal untuk memenuhi kebutuhan utama, yaitu domain dan hosting. Padahal ada banyak biaya lainnya yang juga harus disiapkan jika serius menggunakan website untuk keperluan komersil, misalnya saja untuk mengurusi konten, mengerjakan SEO, promosi dan lain sebagainya.

Memiliki modal yang terbatas sebenarnya bukan sebuah kendala untuk membangun website. Kamu bisa mendapatkan sebuah website dengan harga murah tanpa harus memikirkan keperluan lainnya jika website yang kamu buat berupa landing page semisal untuk profil usaha, portfolio dan semacamnya. Namun untuk kebutuhan lainnya, sebaiknya ada biaya lebih yang harus disiapkan.

Hanya Mengandalkan Website

Kesalahan lain yang juga dapat menyebabkan seorang pemilik web gagal di tahun pertama adalah berfokus hanya menggunakan website saja untuk pekerjaan yang sedang mereka lakukan. Ini tidak sepenuhnya salah, karna jika dirawat dengan baik, sebuah website bisa menghasilkan sesuai dengan harapan pemiliknya. Namun jika beberapa kesalahan sebelumnya masih dilakukan, maka sebaiknya kita sebagai pemilik sekaligus pengelola aset tersebut bisa lebih banyak belajar lagi untuk mengembangkannya.

Hal-hal yang kita bahas di atas merupakan pengalaman pribadi selama membantu mereka yang menginginkan promosi dan penawaran melalui website. Tulisan ini dibuat sekedar untuk berbagi pengalaman dan juga persiapan jika suatu saat nanti ada yang menanyakan hal seperti ini. Semoga bermanfaat untuk kamu yang saat ini mungkin sedang melirik potensi penggunaan website untuk usaha atau pekerjaanmu.

Baca juga:  Memilih Kamera DSLR yang Sesuai Kebutuhan

Berikan Tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.