Saatnya Bantu Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Teknologi

mencegah pemanasan global

Selain menjaga kesehatan akibat pandemi, perubahan iklim yang terus terjadi merupakan hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Isu pemanasan global jadi pembahasan panjang yang sudah ada sejak lama, namun isu ini semakin penting untuk diseriusi karena menyangkut kehidupan bersama dan masa depan.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), tahun 2020 suhu di bumi mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah. Saat ini rata-rata peningkatan suhu yang terjadi sudah mencapai angka 1,2 derajat Celcius. Peningkatan ini terus terjadi sejak masa praindustri di tahun 1850–1900.

Jika dilihat sekilas angkanya terasa sangat kecil. Namun jika peningkatan suhu tersebut mencapai 2 derajat Celcius, maka dampak kerusakan yang dihasilkan akan sulit untuk ditanggulangi.

Cuaca yang kian memanas bukan satu-satunya dampak dari pemanasan global. Dampak lain yang ditimbulkan adalah terjadinya kenaikan permukaan air laut, banjir, kekeringan dan masih banyak lagi. Maka dari itu, kita sebagai #MudaMudiBumi harus turut serta memperbaiki keadaan ini.

Peran Anak Muda dalam Mitigasi Perubahan Iklim

mitigasi perubahan iklim dengan teknologi
Mitigasi perubahan iklim via freepik.com

Anak muda Indonesia saat ini disebut memiliki peranan yang sangat penting dalam mitigasi perubahan iklim yang terus dilakukan. Karena para milenial yang kini sangat aktif dan inovatif, merupakan penerus yang akan menjaga lingkungan berkelanjutan.

Baca juga:  Melihat Peran Hutan dalam Mitigasi Perubahan Iklim

“Tidak dipungkiri, generasi muda memainkan peran penting sebagai agen perubahan lingkungan dan pendukung garis depan untuk lingkungan berkelanjutan,” ungkap Siti Nurbaya, Menteri LHK seperti dikutip dari Okezone, Selasa (26/10/2021).

Ini mungkin terasa seperti sebuah tugas yang sangat berat. Karena sebagai anak muda, kita diminta untuk ikut serta menyelamatkan bumi, dalam hal ini melakukan mitigasi perubahan iklim.

Namun ternyata ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, salah satunya melalui pemanfaatkan teknologi yang lebih optimal.

Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Teknologi

mencegah pemanasan global
Menjaga lingkungan via freepik.com

Melansir data yang dirilis Katadata pada Juli 2021, Indonesia menempati posisi keempat pengguna smartphone terbanyak di dunia. Jumlahnya mencapai 160,23 juta pengguna.

Sementara itu menurut penelitian yang diterbitkan melalui Journal of Cleaner Production, penggunaan perangkat elektronik seperti laptop, tablet dan smartphone memiliki kontribusi terhadap jejak karbon.

Menurut penelitian tersebut, kontribusi ICT (Information and Communication Technologgy) meningkat 3,5% pada tahun 2020. Angka tersebut diprediksi terus meningkat hingga 14% pada tahun 2040 mendatang.

Bagian manariknya adalah jejak karbon yang dihasilkan oleh smartphone misalnya, bukan disebabkan oleh penggunan perangkat. Melainkan dari proses produksinya.

Cara Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Teknologi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kita bisa melakukan hal-hal sederhana #UntukmuBumiku agar lingkungan menjadi lebih baik.

Kita juga bisa mengambil peran dalam gerakan #TimeforActionIndonesia sesuai bidang masing-masing.

cegah perubahan iklim
Kurangi sampah plastik via freepik.com

Tanpa kita sadari ada banyak teknologi di sekitar kita yang digunakan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari. Kini kita juga dapat memaksimalkan teknologi tersebut dalam upaya mencegah pemanasan global agar tidak semakin memburuk, yaitu dengan melakukan beberapa tindakan berikut:

Baca juga:  Ketika Blogger Techno Jadi Food Blogger

1. Kurangi Peralatan yang Mengandung CFC

CFC (Cloro Four Carbon) umumnya ditemukan pada perangkat elektronik seperti pendingin ruangan atau AC. CFC merupakan senyawa yang mengandung atom karbon dengan klorin dan flourin yang terikat.

Untuk mengurangi efek yang ditimbulkan oleh CFC, disarankan agar menggunakan perangkat yang berlabel non CFC. CFC menyumbang 20% terjadinya proses rumah kaca yang dapat memperburuk kondisi pemanasan global.

2. Matikan Perangkat Elektronik Ketika Tak Digunakan

Penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan tidak hanya berdampak pada tagihan listrik bulanan. Tapi juga memberikan pengaruh pada terjadinya pemanasan global yang terus memburuk. Untuk mencegah hal tersebut, selalu matikan perangkat elektronik seperti TV, kipas, komputer serta perangkat lain ketika tidak digunakan.

Menggunakan perangkat smarthome seperti lampu LED bisa menjadi cara terbaik untuk menghemat energi. Beberapa produk sudah dilengkapi dengan teknologi canggih seperti sensor cahaya. Sehingga dapat mati dan menyala secara otomatis.

3. Gunakan Transportasi Umum

Saat ini kebanyakan orang sudah memiliki kendaraan pribadi. Namun jika kita bicara soal mengurangi polusi udara, maka sebaiknya kendaraan tersebut digunakan untuk perjalanan yang jaraknya sangat jauh.

Sedangkan untuk perjalanan jarak dekat, bisa dilakukan dengan kendaraan umum atau sepeda. Untuk keperluan harian yang tidak memakan waktu lama, bisa dilakukan dengan jalan kaki.

4. Hemat Air Sebisa Mungkin

Menghemat air juga bisa jadi salah satu cara mitigasi perubahan iklim melalui teknologi. Karena banyak peralatan mandi yang membuat kita menghabiskan lebih banyak air secara percuma. Kita bisa mulai dengan tidak mencuci piring di air yang mengalir terus-menerus.

Baca juga:  Keseruan di Jambrore TIK 2017 Regional Balikpapan

Begitu juga ketika mandi dan gosok gigi. Gunakan air secukupnya dan matikan keran air ketika tidak diperlukan.

5. Gunakan Produk Ramah Lingkungan

Hal paling umum dan paling penting yang bisa dilakukan adalah menggunakan produk ramah lingkungan. Saat ini sudah banyak yang mengembangkan produk ramah lingkungan untuk berbagai keperluan.

Daripada menggunakan gelas sekali pakai, kita bisa menggantinya dengan cangkir. Begitu juga ketika berbelanja. Kita bisa menggunakan paper bag daripada kantong plastik.

Hal-hal sederhana seperti itu sudah cukup untuk para anak muda membantu menyelamatkan bumi dan masa depan. Ikut ambil bagian dalam gerakan #TimeforActionIndonesia.

Sebagai wujud kecintaan pada tanah air dan turut serta menjaga perubahan iklim yang terjadi, sebagai anak muda aku bersumpah akan berusaha mengurangi potensi pemanasan global dengan segenap kemampuanku. Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda dengan turut serta dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Chat Saya!
1
Hubungi saya!
Halo, ada yang bisa dibantu?