13 Penyebab Kulit Kepala Gatal yang Harus Dihindari

penyebab kulit kepala gatal

Sesekali menggaruk kepala mungkin satu hal yang wajar. Namun jika intensitasnya semakin sering, mungkin saja ada masalah pada kulit kepala.

Gatal pada kulit kepala tentu sangat mengganggu. Apalagi jika sudah semakin parah. Mengetahui penyebab kulit kepala gatal bisa membantu kita segera mengatasinya.

Penyebab Kulit Kepala Gatal

Banyak dari kita mungkin yang mengira kalau penyebab kulit kepala gatal hanya karena masalah yang umum terjadi, seperti salah memilih sampo atau juga karena ketombe.

Ada beberapa faktor lain yang menyebabkan terjadinya gatal pada kulit kepala, yaitu:

1. Alergi

Seorang spesialis kulit dari Cosmetic and Clinical Research, dr. Joshua Zeichner menyebut bahwa kebiasaan mewarnai rambut dapat menyebabkan gatal pada kulit kepala.

Hal tersebut dikarenakan kandungan zat pada pewarna rambut dapat menyebabkan terjadinya alergi pada kulit kepala.

Selain itu, penggunaan sampo, hair conditioner dan hair spray juga dapat menyebabkan reaksi yang sama.

Meski begitu, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan semua produk perawatan rambut tersebut.

Kamu masih bisa melakukan perawatan rambut dengan cara menggunakan satu produk secara teratur selama satu minggu.

Jika produk yang digunakan tidak menimbulkan reaksi alergi, kamu bisa terus menggunakan produk tersebut.

2. Psoriasis

Masalah ini sering terjadi ada orang dewasa. Penyebab terjadinya Psoriasis adalah karena pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat.

Baca juga:  Tips Aman Membersihkan Ruang Mesin Mobil

Masalah kulit satu ini memang sangat mengganggu. Sebab tidak hanya memberikan rasa gatal, tapi juga memberikan sensasi sakit jiga sudah semakin parah.

Untungnya masalah ini masih bisa dicegah dengan menggunakan sampo yang mengandung asal salisilat atau krim dan minyak yang mengandung coal tar.

3. Kurap

Kurap pada kulit kepala bisa disebabkan oleh infeksi jamur yang berasal dari lapisan luar kulit kepala dan rambut. Gejalanya pun bervariasi.

Selain memberikan rasa gatal pada kulit kepala, kurap pada kulit kepala juga dapat menyebabkan kebotakan.

Untuk mengatasinya kamu bisa konsulitasi dengan dokter yang ahli di bidang ini untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

4. Folikulitis

Masalah kulit yang satu ini cukup mudah diketahui. Biasanya kulit kepala yang terkena Folikulitis menyebabkan adanya benjolan berwarna merah di kepala. Bentuknya mirip seperti jerawat.

Hal ini terjadi karena adanya peradangan folikel pada rambut yang kemudian menyebabkan gatal pada kulit kepala.

5. Kutu

Meski ini adalah masalah umum yang sering dialami oleh banyak orang, namun harus segera diobati.

Karena kutu rambut selain menyebabkan kulit kepala gatal, juga bisa menyebabkan masalah lainnya.

Untuk mengatasi masalah rambut satu ini bisa dilakukan dengan menggunakan sampo yang dapat menghilangkan kutu.

Selain itu kamu juga memotong rambut agar lebih pendek.

6. Ketombe

Selain kutu, ketombe juga sering menjadi penyebab umum terjadinya kulit kepala gatal. Menurut seorang pakar Dermatologi bernama Melissa Piliang, hal tersebut terjadi karena adanya ragi berlebih pada rambut yang menyebabkan gatal dan kulit mengelupas.

Baca juga:  Manfaat Konsumsi Serat Alami untuk Program Diet yang Menyenangkan

Pemilihan sampo yang tepat dapat membantu mengatasi masalah ini. Terutama produk sampo yang mengandung selenium atau seng pyrithione.

7. Tinea Kapitis

Penyakit ini ditandai dengan kebotakan pada bagian rambut tertentu, kuit berisisik, dan rasa gatal pada kulit kepala.

Masalah kulit kepala gatal ini disebabkan oleh infeksi jamur bernama dermatofit. Jamur tersebut sering menyerang lapisan epidermis atau bagian terluar dari kulit kita.

Selain dapat diatasi dengan sampo yang tepat, kamu juga bisa konsultasi dengan dokter ahli yang dapat memberikan obat-batan untuk mengatasi masalah ini.

8. Kulit Kepala Kering

Memiliki kulit berjenis kering terkadang dapat menimbulkan beberapa masalah. Salah satunya gatal pada kulit kepala. Saat musim dingin, kepala akan lebih mudah gatal.

Untuk mengatasinya, bisa dengan menggunakan sampo yang sesuai dengan jenis kulit kepala. Dalam hal ini sampo untuk kulit kepala kering.

Selain itu mengurangi intensitas keramas juga dapat membantu mengatasi masalah ini.

9. Minyak Berlebih

Produksi minyak berlebih pada kulit dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya, sebaiknya hindari penyebab produksi minyak berlebih, seperti kotoran, debu, dan sinar matahari.

10. Uban

Uban atau rambut mati berwarna putih umumnya ditemukan pada orang yang sudah lanjut usia. Adanya rambut mati yang semakin banyak di kepala, dapat menyebabkan kulit kepala gatal.

Selain mengecat rambut untuk menyamarkannya, kamu juga bisa melakukan perawatn rambut yang dapat mengatasi uban atau rambut mati tersebut.

Baca juga:  Tips Memilih Pipa Air Sesuai Kebutuhanmu

11. Cacar Air

Cacar air yang dapat menyerang seluruh bagian kulit juga dapat menimbulkan rasa gatal pada kulit kepala. Masalah kulit ini muncul karena adanya serang virus varicella zoster.

12. Jarang Keramas

Tiap orang memiliki kebutuhan keramas yang berbeda-beda. Namun umumnya seseorang melakukan keramas paling tidak dua hari sekali.

Jarang keramas dapat menyebabkan kotoran, debu dan lainnya mempel di kulit kepala.

Meski begitu, terlalu sering melakukan keramas juga tidak baik. Karena dapat menyebabkan kulit kepala kering.

13. Jamur

Infeksi jamur merupakan salah satu yang sering menyebabkan kulit kepala gatal. Salah satu jenis jamur yang sering menyerang adalah Malassezia.

Jamur tersebut muncul ketika kita tidak membilas sampo, conditioner atau produk perawatan rambut lainnya secara bersih.

Hal itu menyebabkan sisanya menumpuk di kulit kepala dan membuat kulit kepala terasa gatal.

Kesimpulan

Kulit kepala gatal bisa disebabkan oleh banyak hal. Selain kutu dan ketombe, ternyata masih banyak faktor lain yang dapat menyebabkan masalah pada kulit kepala.

Meski begitu, kita masih bisa mengatasinya dengan mudah. Salah satunya dengan melakukan perawatan rambut yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Untuk masalah kulit kepala gatal yang lebih serius, sebaiknya melakukan konsulitasi kepada dokter yang lebih memahami masalah kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.