Cara Saya Memaksimalkan Sosmed Sebagai Freelancer, Mau Coba?

sosial media freelance

Sosial media freelance. Ini jadi sebuah tema yang membuat saya tertarik membahas tentang apa saja yang saya lakukan sebagai seorang freelance di sosial media. Ya, tentu ada beberapa dari kamu yang sudah mengetahui kalau saya adalah seorang penulis artikel yang sudah bekerja sebagai freelance content writer sejak 2013.

Bahkan saat menulis artikel ini, saya masih menerima beberapa tawaran menulis artikel dari beberapa klien yang memang sudah berlangganan artikel sejak lama.

Media Online Freelancer

Sejak memutuskan untuk fokus di pekerjaan ini pada 2013 lalu, sosial media jadi salah satu yang paling dekat dengan keseharian saya. Meski saat itu keberadaan sosmed belum seperti sekarang ini. Di mana sekarang kita punya banyak pilihan dan bebas memanfaatkannya sebaik mungkin.

Saat sudah mengerti bahwa pekerjaan online dapat menghasilkan uang, saya mulai mempelajari banyak hal tentang pekerjaan ini. Salah satunya dengan memaksimalkan pengunaan media sosial.

Selain itu saya juga sangat terbantu dengan latar belakang sebagai seorang mahasiswa komunikasi yang bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa ketika kuliah. Hal tersebut semakin memudahkan saya menajalani pekerjaan sebagai penulis artikel.

Memaksimalkan Sosial Media untuk Freelance

Sosial media bukan sekedar jaringan pertemenan online untuk saya, tapi juga sebagai tempat untuk belajar dan menemukan hal-hal menarik yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan diri.

Maka dari itu, beberapa tahun belakangan, saya mulai melakukan beberapa hal ini untuk memaksimalkan sosial media freelance yang saya miliki.

1. Bergabung ke Grup atau Komunitas

Sebelum memutuskan untuk bekerja secara freelance, saya sempat menjalankan bisnis jasa instal ulang komputer sejak 2010. Di mana saya mempelajari semuanya secara otodidak dan memanfaatkan grup online yang ada di Facebook.

Karena merasa cara tersebut sangat membantu, saya masih terus melakukannya untuk beberapa pekerjaan yang saya lakukan, termasuk ketika bekerja secara freelance atau remote working seperti sekarang ini.

Baca juga: Mengulik SEO Blog Secara Sederhana dari Ahlinya

Bergabung dengan grup atau komunitas yang memiliki minat yang sama, akan memudahkan kita untuk menemukan orang-orang dengan minat yang sama pula. Kita akan lebih mudah untuk bertanya dan mencari saran atau solusi tentang apa yang sedang kita alami.

2. Membangun Personal Branding

Awalnya saya tidak menyadari apa yang saya lakukan selama ini disebut sebagai personal branding dalam istilah marketing. Saya hanya berusaha menggunakan sosial media seperti orang lain pada umumnya. Hanya saja memang lebih banyak membagikan hal-hal yang berhubungan dengan teknologi dan pekerjaan sebagai penyedia jasa perbaikan laptop.

Ketika saya sudah mengetahui kalau aktivitas tersebut adalah cara untuk membangun personal branding, saya jadi lebih sering melakukannya. Apalagi saya juga sangat menyukai teknologi. Jadi lebih mudah untuk memposting hal-hal bertemakan teknologi di sosial media.

Bisa dibilang sebagian besar tawaran kerja yang saya dapatkan hingga saat ini didapat secara online. Selain dibantu oleh personal branding yang terus dibangun, peran orang-orang di sekitar dan teman-teman di sosial media juga sangat membantu saya.

Salah satunya dalam hal membantu mempromosikan jasa yang saya tawarkan kepada teman-teman mereka yang lain.

3. Memanfaatkan Sumber Informasi Online Terpercaya

Jauh sebelum pandangan terhadap media berita jadi negatif seperti sekarang, saya sudah terbiasa menggunakan media-media informasi online yang terpercaya sebagai referensi informasi utama.

Bahkan saya sempat cukup lama bergelut sebagai penulis artikel berita pada 2014.

Untuk memudahkan pekerjaan tersebut, saya selalu update berita dan teknologi informasi tiap hari melalui website-website terpercaya yang melakukan update secara rutin.

4. Perbanyak Teman dengan Profesi yang Sama

Beberapa tahun lalu saya sempat terjebak pada pemikiran bahwa berteman dengan kompetitor akan membuat pekerjaan saya terganggu. Apalagi jika harus melihat postingan mereka setiap hari di sosial media. Namun ternyata, ada banyak hal positif yang bisa saya dapatkan.

Baca juga: Harapan Ngeblog Sang Pemula, Apa Kamu Juga Sama?

Salah satunya adalah memperbaiki sistem kerja sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik. Selain itu saya juga bisa menyesuaikan harga dan saling bertukar pekerjaan. Karena tak jarang saya juga mendapat pekerjaan dari teman-teman sesama penulis artikel.

5. Membuat Akses Komunikasi yang Mudah

Meski sosial media sudah memberikan kita kemudahan dalam berkomunikasi secara personal, saya tetap menggunakan beberapa aplikasi chat untuk semakin memudahkan komunikasi. Baik untuk klien maupun teman-teman lainnya.

Salah satu aplikasi yang paling saya suka adalah WhatsApp. Sebab, selain bisa digunakan di handphone, aplikasi satu ini juga memberikan kita kemudahan akses melalui web browser. Kamu bisa baca cara menggunakan whatsapp web di browser Anda jika ingin mencoba WhatsApp versi desktop.

Fitur tersebut sangat memudahkan saya yang juga lebih sering berada di depan laptop dan menjauhkan smartphone ketika sedang menulis. Saya bisa langsung masuk ke WhatsApp di browser tanpa harus login berkali-kali dan terganggu dengan suara notifikasi yang muncul.

Sehingga tetap bisa produktif dan mudah dihubungi.

Kira-kira seperti itu beberapa cara yang saya lakukan untuk memaksimalkan sosial media sebagai seorang freelancer. Mungkin beberapa cara tersebut juga bisa kamu coba jika ingin membuat sosial media yang kamu punya lebih maksimal lagi untuk mendukung pekerjaanmu.

Semoga saya bisa berbagi beragam tips lain seputar pekerjaan sebagai penulis artikel di lain kesempatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.