7+ Tips Menulis Buku Nonfiksi untuk Pemula Bisa Langsung Terbit

tips menulis buku nonfiksi untuk pemula

Sejak dikenal sebagai blogger dan content writer, saya sempat ditawari oleh beberapa teman untuk menulis buku. Sebenarnya saya juga ada keinginan untuk menulis buku sendiri. Namun melihat prosesnya yang terasa tidak begitu mudah, akhirnya niatan itu hanya menjadi draft tulisan yang tak kunjung selesai sampai sekarang.

Memiliki latar sebagai penulis membuat lingkungan pertemanan saya juga dikeliling oleh penulis. Baik dari kalangan blogger, penulis konten hingga penulis yang sudah menerbitkan buku beberapa kali.

Tulisan kali ini selain berangkat dari niatan untuk menulis buku, juga karena saya penasaran bagaimana teman-teman saya begitu mudah menulis dan menerbitkan buku-buku mereka.

tips menulis buku nonfiksi untuk pemula

Rata-rata buku yang mereka tulis adalah buku nonfiksi. Mereka bahkan rela mendatangi lokasi atau narasumber yang bisa jadi penguat tulisan di bukunya. Saya sendiri pernah dapat kesempatan menjadi narasumber untuk penulisan buku seorang teman.

Apa Itu Buku Nonfiksi?

Secara sederhana buku non-fiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan fakta atau kenyataan. Berbeda dengan buku fiksi seperti novel, cerpen dan semacamnya, buku nonfiksi ditulis menggunakan data dan sejumlah informasi penunjang lainnya.

Maka tidak heran jika penulis buku nonfiksi bisa mendatangi lokasi tertentu hanya untuk keperluan informasi pada tulisannya. Data-data yang mereka dapatkan nantinya juga harus diperiksa lagi apakah sudah tepat atau masih perlu diperbaiki.

Walau begitu, menerbitkan buku nonfiksi disebut lebih menyenangkan dan menguntungkan. Itu karena buku-buku seperti ini bisa lebih lama bertahan di rak buku, peminatnya juga cukup banyak. Apalagi jika tema yang dibahas sedang dicari oleh banyak orang.

Contoh Buku Nonfiksi Terbaik Indonesia

Untuk bisa memahami buku nonfiksi dengan lebih baik, tentunya kita memerlukan contoh buku nonfiksi terbaik yang pernah diterbitkan. Berikut 10 buku nonfiksi terbaik yang bisa dibaca saat waktu luang, yaitu:

  • Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
  • Filosofi Teras
  • Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang
  • Home Cooking Ala Xander’s Kitchen: 100 Resep Hits di Instagram
  • Bicara Itu Ada Seninya
  • Rahasia Magnet Rezeki (Edisi Revisi)
  • Mommyclopedia 567 Fakta tentang MPASI
  • Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?
  • You Do You
  • Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Baca juga:  Manfaat Konsumsi Serat Alami untuk Program Diet yang Menyenangkan

Beberapa judul buku di atas bukan hanya rekomendasi bacaan terbaik di waktu luang, tapi juga merupakan buku terlaris (best seller) dan masih terus dicari hingga saat ini.

Tips Menulis Buku Nonfiksi untuk Pemula

Seteah melihat atau mungkin telah membaca beberapa buku nonfiksi di atas, sepetinya muncul keinginan di hatimu untuk mulai menulis buku non-fiksi pertamamu. Jika begitu, inilah beberapa tips menulis buku nonfiksi yang bisa kamu coba sekarang juga.

1. Tentukan Ide Tulisan

Langkah awal dalam menulis tentunya kita perlu menemukan ide tulisan. Untuk menentukan ide tulisanmu, cobalah untuk menemukan sesuatu yang dekat denganmu, seperti hobi, keahlian atau sesuatu yang sering dilakukan.

Catat semua ide yang ditemukan, lalu pilih satu atau dua ide tulisan yang menarik. Jika masih bingung, kamu bisa melakukan survei kecil-kecilan dengan cara browsing dan mencari buku-buku nonfiksi yang senada dengan idemu.

Dengan begitu kamu akan lebih mudah menentukan ide tulisan serta mengemas tulisan tersebut. Melakukan pengamatan seperti melihat segmen pembaca juga akan membantumu menemukan ide tulisan yang sesuai.

2. Kumpulkan Data Penunjang

Kamu mungkin menguasai tema tulisan yang akan dibuat. Mengemasnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki. Namun tidak ada salahnya untuk menguatkan tulisanmu dengan data-data yang mendukung. Luangkan waktu yang cukup untuk mengumpulkan semua data yang diperlukan.

Data yang disisipkan ke dalam tulisan tidak hanya menguatkan tulisan tersebut, tapi juga memudahkan pekerjaan kita sebagai penulis.

Jika tidak bisa melakukan penelitian atau wawancara secara langsung, kamu masih bisa mendapatkan data pendukung melalui sumber-sumber lain yang dapat dipercaya.

3. Menentukan Konsep Penulisan

Walau ini adalah buku yang kita tulis sendiri, dalam prosesnya kita perlu menentukan konsep penulisan yang tepat. Sebelum melangkah lebih jauh pada penulisan di setiap halaman, kita sudah harus memiliki gambaran akan dibuat seperti apa buku ini nantinya.

Baca juga:  6 Tips Membeli Agya Bekas Agar Lebih Puas & Awet

Apakah akan dibuat seperti panduan, cerita pengalaman atau kumpulan kisah inspiratif?

Agar lebih mudah dalam mengambil keputusan, kamu bisa membaca beberapa buku yang memiliki kesamaan dengan tulisanmu. Dengan begitu kamu bisa menemukan sudut pandang berbeda dari buku-buku yang sudah ada.

4. Perhatikan Gaya Bahasa

Kita memang sedang menulis buku nonfiksi yang berdasarkan data dan kenyataan. Namun bukan berarti gaya bahasa yang digunakan adalah bahasa yang kaku. Kita bisa menyesuaikan gaya bahasa penulisan dengan target pembaca.

Tujuan utamanya agar tulisan atau naskah yang kita buat bisa dinikmati dan diterima dengan baik.

Dengan begitu informasi yang kita tuangkan dalam tulisan tersebut bisa sampai dengan baik kepada pemabaca. Sebisa mungkin gunakan bahasa yang mudah dipahami, karena kebanyakan pembaca nonfiksi adalah untuk mencari referensi atau penjelasan tentang sesuatu.

5. Tentukan Judul Buku

Selain tema besar dan konten utama yang ditawarkan, judul adalah hal utama yang diperhatikan baik oleh pembaca maupun kita sebagai penulisnya. Maka dari itu kita perlu strategi untuk menentukan judul buku yang kita buat.

Sebisa mungkin pilihlah judul buku yang menarik, mengundang rasa penasaran pembaca dan menjawab kebutuhan mereka. Sehingga dengan sekali melihat mereka akan langsung tertuju pada buku yang kita punya.

6. Menyusun Bagian Nasakah

Menulis sebuah buku memerlukan kesabaran. Agar proses pembuatannya berjalan lancar dan tidak ada yang terlewat, maka kita harus sudah menyusun bagian-bagian naskah tersebut.

Mulailah dengan membuat halaman penting seperti membuat daftar isi, tabel, daftar gambar, pendahuluan dan lain sebagainya.

Meski terlihat sederhana, hal-hal semacam itu bukan hanya memudahkan proses penulisan, tapi juga membantu pembaca memahami tulisan kita dengan baik. Memudahkan mereka menemukan tiap bagian yang dibutuhkan.

7. Mulai Menulis Setiap Hari

Ketika semua persiapan sudah dilakukan, kini saatnya untuk memulai penulisan naskah. Karena ini akan jadi buku pertama kita, maka perlu latihan menulis setiap hari. Selain untuk meningkatkan kemampuan, ini juga membantu menyelesaikan naskah buku yang dibuat lebih cepat.

Agar lebih teratur, luangkan waktu terbaik yang dapat membuatmu lebih semangat dan produktif dalam menulis. Setiap orang tentunya memiliki waktu terbaik untuk menulis yang berbeda-beda.

Baca juga:  Tips Memilih Filter Air yang Tepat & Aman untuk Jangka Panjang

8. Membaca di Sela Proses Penulisan

Meski semua yang kita perlukan sudah lengkap, ada baiknya untuk tetap membaca buku atau tulisan orang lain di sela-sela proses menulis. Salah satu tujuannya adalah memperkaya perbendaharaan kata yang kita miliki.
Dengan begitu kita bisa menuangkan kalimat-kalimat menarik dan tidak membosankan di dalam tulisan.

Jika kamu senang membaca artikel online, kamu bisa mengunjungi mustakim.org untuk menemukan banyak pembahasan tentang kepenulisan.

9. Lakukan Self Editing

Saat buku yang kita buat dirasa sudah selesai, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk melakukan self editing. Ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan pada naskah buku yang telah diselesaikan.

Kita bisa membaca ulang untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan sudah benar, tidak ada kesalahan ketik dan tidak ada informasi yang terlewat.

10. Menghubungi Penerbit

Setelah naskah buku nonfiksi yang disusun sudah siap, langkah terakhir yang perlu dilakukan tentunya menerbitkan buku tersebut.

Beberapa penulis biasanya sudah memiliki penerbit yang siap menerbitkan karyanya. Namun karena ini adalah buku pertama kita, maka mengirimkan naskah ke penerbit menjadi pilihan terbaik yang bisa dilakukan.

Saat ini masih banyak penerbit yang menerima karya dari para penulis pemula. Kamu bisa menemukannya melalui media sosial dan mengirimkan karyamu ke mereka.

Jika karyamu dirasa layak terbit, maka buku tersebut akan dicetak kemudian dijual ke toko-toko buku.

Kesimpulan

Menulis buku fisik seperti buku nonfiksi masih jadi pilihan banyak penulis saat ini. Dengan menerbitkan buku kita tidak hanya mengabadikan apa yang kita ketahui, tapi juga untuk berbagi kepada orang lain, membangun personal branding dan yang tak kalah penting adalah membuat karya di bidang kepenulisan.

Banyak orang yang kemudian terkenal lewat buku yang mereka terbitkan. Banyak pula yang kemudian menjadi pembicara dan hidup dari karya yang mereka miliki. Jadi tidak ada salahnya kamu juga mulai menulis buku dari sekarang.

Dengan mengikuti tips menulis buku nonfiksi yang telah kita bahas, semoga bisa membantumu lebih mudah menerbitkan buku pertamamu. Jika berhasil, bagikan tulisan ini di media sosialmu agar semakin banyak orang yang tertarik menerbitkan buku nonfiksi juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Chat Saya!
1
Hubungi saya!
Halo, ada yang bisa dibantu?